Kamis, 21 Maret 2013

KERUSAKAN LINGKUNGAN

PENYUSUN
-WAHYU JUNIARTA(29)
-SANDY PRADANA(22)
-GALANG PRAYOYO(08)
-WISNU LINGGO A.T(32)

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan karya ilmiah ini dengan lancar tanpa ada aral suatu apapun. Juga salawat serta salam semoga dapat tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Laporan karya ilmiah ini kami susun, dengan tujuan membantu memperoleh informasi dan pengetahuan lebih tentang alternatif penanggulangan kerusakan akibat dari penambangan tersebut. Dengan demikian kami harapkan nantinya akan lebih menjaga dari kerusakan-kerusakan tersebut.
Sementara itu, konsep dalam laporan karya ilmiah ini, disajikan dengan sistematis dan runtut dengan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti, sehingga kami harapkan lebih mudah dan mampu untuk memahami isi laporan secara utuh.
Kami menyadari, sebaik apapun penyusunan dalam laporan ini, tentu masih banyak kekurangan yang ditemui. Untuk itu kami ini dengan tangan terbuka menerima saran dan kritik yang diberikan semua pihak.
Akhirnya, kami berharap semoga laporan karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya laporan ini.

Maret, 2013

Penulis

DAFTAR ISI
Judul
Kata Pengantar .............................................................................................................. 1
Daftar Isi ........................................................................................................................... 2
Bab I Pendahuluan
1. Latar Belakang ....................................................................................... 3
2. Pembatasan Masalah ........................................................................... 4
3. Rumusan Masalah ................................................................................. 4
4. Tujuan Penelitian .................................................................................. 4
5. Manfaat ...................................................................................................... 4
Bab II Pembahasan
1. Pengertian ................................................................................................ 5
2. Penyebab .................................................................................................. 6
3. Dampak ...................................................................................................... 9
4. Alternatif Pemecahan .......................................................................... 11
5. Hambatan .................................................................................................. 11
6. Solusi ........................................................................................................... 12
Bab III Penutupan
1. Kesimpulan .............................................................................................. 13
2. Saran ........................................................................................................... 13
Daftar Pustaka ................................................................................................................. 14

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tidak dapat dihindari lagi, akibat dan dampak-dampak dari penebangan pohon terutama diwilayah Tulungagung bagian selatan menyebabkan penurunan kualitas maupun kuantitas lingkungan disekitarnya, dan dikhawatirkan jika dibiarkan akan merajalela terus-menerus.
Perlu kita renungkan dan fikirkan dengan bijak, bahwa aktifas yang kita lakukan selama ini bila tidak difikirkan terlebih dahulu akan malah menjadi beban hidup, menyebabkan generasi penerus kita akan semakin susah dan resah, karena yang mereka harapkan adalah keabadian lingkungan bukan pemusnahan lingkungan.
Terutama di Tulungagung bagian selatan yang semakin merajalela apalagi sekarang maraknya desas-desus eksploitasi yang berlebihan serta penebangan ilegal ditempat tersebut. Kurang pedulinya masyarakat sekitar serta pemerintah kurang memberi tindakan tegas dianggap sebagai faktor utamanya.
Eksploitasi besar-besaran dikawasan selatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur kian liar. Kini mesin-mesin besar dengan peralatan canggih setiap hari menebang pohon hingga beratus-ratus bahkan berjuta-juta hektar luasnya.
Bahkan setiap hari selalu dijumpai banyaknya truk-truk yang mengangkat pohon tiap harinya bahkan seperti pekerjaan tidak ada lelahnya. Sungguh memperhatinkan sekali keadaan lingkungan disekitanya. Apalagi ditambah keadaan lingkungannya yang semakin hari semakin panas.

B. Pembatasan Masalah
Banyak sekali cara penanggulangan kerusakan akibat dari penebangan pohon tersebut. Tetapi kami menekankan cara penanggulangan yang mugkin bisa dilakukan masyarakat sekitar daerah tersebut. Agar mereka tidak dibebankan oleh penanggulangan yang tidak terlalu dimengerti mereka.
Kami juga menjelaskan dampak-dampak dari penebangan pohon tersebut serta kami juga memberikan saran kami sehingga bisa dipertimbangkan oleh masyarakat sekitar dan kami mengharap ketersediannya untuk membantu dalam mengurangi dampak dari penambangan marmer tersebut.
C. Rumusan Masalah
Masalah-masalah yang telah kami teliti, disebutkan bahwa :
1. Apa penyebab kerusakan tersebut ?
2. Bagaimana dengan dampaknya ?
3. Usaha apa yang perlu kita lakukan ?
4. Apa solusinya menghadapi masalah tersebut ?
5. Hambatan apa yang biasanya terjadi ?
D. Tujuan Penelitian
Tujuan penulisan laporan penelitian ilmiah ini adalah :
1. Untuk menambah informasi dan wawasan pengetahuan tentang kerusakan didaerah Tulungagung selatan
2. Lebih akan mengetahui penyebab, dampak, sebab dan akibat dari kerusakan daerah Tulungagung bagian selatan
3. Diharapkan akan lebih mengerti keadaan alam sekitar
E. Manfaat
Manfaat penulisan karya ilmiah ini semoga :
1. Masyarakat akan lebih berhati-hati dan bijak dalam pengambilan sesuatu dari lingkungan sekitar
2. Masyarakat akan lebih mengutamakan masa depan daripada masa sekarang

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian
Kerusakan akibat penebangan pohon adalah rusaknya lingkungan yang diakibatkan dari penebangan pohon baik yang disengaja maupun tidak disengaja, tidak lain lagi akibat dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab serta tidak bijak dalam menggunakan lingkungan. Kerusakan ini meliputi tanah, air, dan udara.
Keberadaan aktifitas penebangan,di Tulungagung menimbulkan berbagai dampak baik dibidang transportasi, penurunan kualitas udara meningkatnya kebisingan serta kurangnya air bersih dan dampak dibidang sosial, ekonomi dan masyarakat.
Semakin banyaknya truk pengangkut pohon tiap harinya menandakan bahwa penambangan marmer malah merajalela. Padahal wilayah selatan Kabupaten Tulungagung yang terkenal dengan udara panasnya malah ditambahi dengan keadaan tersebut.

2. Penyebab
Penyebab dari terjadinya kerusakan tersebut menurut kami adalah penebangan pohon dengan semena-mena tanpa ada pertanggung jawaban sama sekali serta tanpa perizinan yang sah dari pihak bersangkutan. Bahkan secara ilegal yang marak saat ini ditempat tersebut.
Untuk sampai ke lokasi harus lewat jalan makadam. Sekitar 10 km masuk kawasan hutan baru nampak aktifitas para penebang. Kegiatan eksplorasi ini sangat tersembunyi, jauh dari jalan raya yang melintas di punggung perbukitan itu. Cuma arak-arak truk tanpa plat nomor bermuatan pohon sering keluar hutan kawasan ini menjelang sore hari.
Selain itu, sepanjang jalan menuju kawasan perbukitan, puluhan penebangan liar melakukan penebangan secara manual. Mereka melakukan penebangan secara berkelompok terdiri atas 5-10 orang.
Bongkahan-bongkahan pohon dikumpulkan dipinggir jalan untuk diangkut kepabrik pengolahan. Tiap truk berisi 20-30 batang pohon. Batang pohon itu biasanya digunakan untuk bahan baku pembuatan mebel.
Penduduk mengaku khawatir dengan lokasi bukit dikawasan pegunungan selatan ini. Usai ditebang dibiarkan begitu saja, tanpa ada perbaikan lingkungan, misalnya dilakukan reboisasi. Malahan kini, muncul embung air di celah-celah bukit sekitar lokasi penambangan.
’’Mereka cuman mengambil pohon tanpa memikirkan akibatnya. Bila hujan turun tidak menutup kemungkinan bakal terjadi longsor yang cukup hebat. Karena tumpukan material berupa tanah bercampur kerikil menggelontor menutupi jalan raya sepanjang perbukitan itu setinggi pinggang orang dewasa,” ujarnya.
Malahan pabrik ini kabarnya akan dijual ke perusahaan lain. Sedangkan bongkahan-bongkahan pohonnya yang berukuran cukup besar kini teronggok di lereng bukit dan menunggu untuk diangkat keluar lokasi penebangan, senada dengan keterangan masyarakat sekitar,
Di lokasi penebangan ini kondisi lingkungan hutan sekitarnya sangat memprihatinkan. Kawasan hutan yang semula rimbun, kini nampak gundul dan gersang akibat penebangan yang semakin liar.
Menurut salah satu seorang warga, kita tidak usah mencari siapa yang berhak atas lahan itu. Yang jelas, lokasi tersebut berada di wilayah Tulungagung. Jadi kita berhak ikut campur terkait urusan dan akibat penggalian tersebut.
Dalam persoalan penebangan pohon dikawasan perbukitan selatan ini biasanya para pengusaha menggunakan kedok kepentingan masyarakat. Karena dari hasil penebangan liar masyarakat itu para pengusaha yang menerima hasilnya. Kalau terjadi masalah masyarakat yang dibenturkan dengan pemerintah.
Apalagi sampai melakukan penebangan secara ilegal, jelas ama dengan pencurian. Untuk itu usai melakukan koordinasi dan sidak kelapangan, pihak ESDM akan melakukan koordinasi dengan kepolisian. Selama ini pihaknya belum mengevaluasi secara konkrit soal penambangan liar yang kini marak di wilayah pegunungan kapur bagian Tulungagung bagian selatan.
Diakuinya jika dari 43 pengusaha yang tersebar di 7 wilayah kecamatan Kabupaten Tulungagung bagian selatan cuma 9 pengusaha yang memiliki ijin resmi, sisanya 34 penebang liar. Untuk menekan penebangan liar tersebut pihaknya sebenarnya sudah sering kali merazia saat barang tersebut diangkut keluar Tulungagung.
(Sumber : http://majalahfaktaonline.blogspot.com/2013/01/penebangan-liar-pohon-di.html?m=1)
3. Dampak
Peringatan Pemkab Tulungagung kepada penebangan pohon ilegal, tanpaknya tidak diindahkan. Buktinya hingga saat ini aktivitas penebangan pohon secara ilegal tetap berlangsung. Jika dibiarkan, kondisi itu akan merusak kelestarian hutan dikawasan Tulungagung khususnya di bagian selatan.
Selain itu juga dapat mengakibatkan tanah longsor disekitar wilayah penebangan, merusak kelestarian hutan sekitar karena tidak diikuti oleh pertanggung jawaban, kuantitas dan kualitas air menghilang, penurunan kualitas udara dan meningkatnya kebisingan akibat kegiatan tersebut. Juga dapat mengurangi daerah resapan air serta hilangnya kesuburan tanah.
Adapun juga ada dampak dalam bidang sosial kemasyarakatan. Penelitian ini mengukur nilai dari WTP masyarakat dikawasan penebangan pohon dan pengolahan marmer terhadap dampak sosial ekonomi yang diakibatkan dengan menggunakan pendekatan metode valuasi ekonomi nilai pengganti.
Berdasarkan data primer dan data sekunder hasil surver diperoleh formulasi persamaan model WTP. Model WTP tersebut sebagai fungsi dari faktor tingkat pendidikan dan lokasi rumah penduduk. Data primer dan data skunder diolah dengan menggunakan metode Fuzzy MCDM dan analisis regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai WTP masyarakat terhadap dampak lingkungan sosial ekonomi adalah sebesar Rp 14.722,00/bulan. (sumber : http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/1774)

4. Alternatif Pemecahan
Menurut kami perlu dilakukannya rehabilitasi lahan, yaitu upaya-upaya untuk memulihkan dan mempertahankan fungsi lahan kembali , misalnya dengan reboisasi lahan kembali atau terasiring di tanah miring. Larangan terhadap semua kegiatan yang menimbulkan kerusakan lingkungan, misalnya pengambilan tanpa persetujuan atau eksploitasi yang berlebihan yang berdampak pada lingkungan, penebangan hutan secara besar-besaran.
Masyarakat sekitar sudah menolak terhadap penebangan pohon tersebut, namun sampai sekarang masih saja tetap berlangsung akibat dari belum adanya tindakan tegas untuk menghentikannya, ini perlunya kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah dan juga pihak yang terkait.
Kurang adanya kepedulian sebagian masyarakat sekitar terhadap dampak yang ditimbulkan pun harus diperhatikan, masyarakat seharusnya diberi pengarahan akan dampak buruknya dan masyarakat jangan hanya meminta bantuan kepada pemerintah saja, seharusnya juga malah ikut membantu Pemerintah Daerah dalamkegiatan pembinaan, pengawasan dan penegakan hukum diwilayah nya.
5. Hambatan
Hambatannya seringkali masyarakat bersikap acuh tak acuh terhadap kegiatan tersebut. Banyaknya pemikiran masyarakat yang mengatakan bahwa semua itu adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah dan pihak yang terkait saja. Padahal yang paling besar adalah masyarakat yang merasakan dampaknya bukan Pemerintah atau bahkan penebang hanya memperoleh keuntungan tanpa merasakan akibatnya.
Terkadang hambatannya juga malah datang dari Pemerintah Daerah sendiri, misalnya biasanya mereka hanya memetingkan dampak positifnya saja tanpa dipikir dampak negatifnya. Mereka terkadang malah tidak tahu menahu mana tempat tersembunyi yang telah dijarah oleh penebang ilegal tersebut, mereka hanya menghitung beberapa saja yang telah mereka lacak tanpa memerhatikan yang tempat tersembunyi. Malah mereka terkadang tahunya dari protes masyarakat yang resah daerahnya dijadikan tempat penebangan ilegal.
Juga para penebang yang secara berlebihan karena kurangnya kesadaran mereka dampak akibat kemudian hari yang ditimbulkan, mereka juga acuh tak acuh terhadap kerusakan nantinya yang terjadi, bahkan mereka sebagian besar mengutamakan kepentingan mereka sendiri tanpa menghiraukan dampak apa yang terjadi setelahnya. Terkadang alasan mereka bahwa demi mencari nafkah, tapi mereka tidak diikuti dengan pertanggung jawaban setelah melakukannya.
6. Solusi
Menurut kami solusi yang paling tepat adalah dengan melarang langsung penambangan yang berlebihan yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak mau bertanggung jawab tersebut. Atau perlu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sekitar apabila penebangan tersebut tetap dilakukan.
Juga perlunya perhatian dari masyarakat sekitar dalam hal mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan kerusakan akibat dari penambangan tersebut. Serta dibutuhkannya kerjasama antara masyarakat sekitar dalam melakukan hal tersebut misalnya penanaman seribu pohon di tempat yang telah dijarah oleh para penebang ilegal tersebut.
Perlunya kesadaran para penambang liar agar menghentikan hal-hal yang dapat merusak lingkungan, perlunya bantuan Pemerintah atau pihak yang terkait yang menanamkan kesadaran tersebut.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dengan ini kami menyimpulkan bahwa kerusakannya tersebut akibat kurang kesadaran masyarakat sekitar serta semua pihak yang terkait. Dan jika dibiarkan terus-menerus akan semakin meluas dan merajalela akibat-akibatnya tersebut. Dan alam kita lama-kelamaan akan memberikan sejuta harapan diam untuk kita. Harapan yang hidup untuk selamanya malah hancur begitu saja karena masalah kecil.
Pemanfaatan yang berlebihan inilah menyebabkan terkikisnya alam lingkungan, aktifitas tersebut semakin menyudutkan masyarakat yang bergantung pada SDA lokalnya untuk bertahan hidup.
2. Saran
Menurut kami, sebenarnya melakukan penebangan itu boleh asal mendapatkan izin yang sah dari Pemerintah dan masyarakat sekitar dan juga kita harus bertanggung jawab dalam pengambilan tersebut serta ikut menjaga dan melestarikannya dari akibat yang dilakukannya tersebut. Tanpa adanya pertanggung jawaban dari kita, alam akan selalu berkurang atau malah habis karena kita yang mengambilnya secara berlebihan, gunakan alam dengan seperlunya dan diperlukan kelestarian agar senantiasa berguna bagi kita entah sekarang atau esok.
Perlu kita sadari bahwa lingkungan juga senantiasa memohon kepada kita agar melestarikannya bukan malah menghancurkannya. Lingkungan yang tidak dijaga ataupun dilestarikan akan malah habis dan tidak akan berguna bagi masa yang akan datang. Maka dari itu pesan kami ambilah SDA atau lingkungan atau alam dengan secukupnya dan lakukanlah pertanggungjawaban karena telah megambilnya.

2 komentar:

  1. bagus pak makalahnya...mau saya ambil buat referensi tugas kuliah

    BalasHapus
  2. bagus pak artikelnya.... saya mau ijin ambil untuk saya bawa ke perkumpulan MAPALA Se-indonesia

    BalasHapus